Rabu, 26 Oktober 2011

Nilai UTS PKn Kelas XI IPA 2

1. Dian Uthari Yulanda : 92
2. Dwi Maulidya : 72
3. Dzakwan Asyhari : 80
4. Eri Yani : 84
5. Eta Perhani : 92
6. Fatihur Rahim : 88
7. Fitri Habibah : 88
8. Fitri Wulandari : 88
9. Friska Melya Yolanda : 80
10. Hanny Dwi Putri : 72
11. Hasnawati : 72
12. Iqbal Darma : 68
13. M Habil Efrizal : 84
14. Maisara : 72
15. Mazidah : 92
16. Messa Arhindri : 92
17. Mira Afriani : 80
18. Muhammad Kemal Arraby : 76
19. Muhammad Risfandanu : 92
20. Muhammad Solihin : 88
21.Muhammad Tri Dariyo : 84
22. Nabila Annisa : 80
23. Nanda Aditya : 88
24. Rizka Mawadda : 80
25. Rizki Ramadiyah : 72
26. Rizky Kurnia Zary : 92
27. Sanny Rinaldi : 88
28. Siti Nurjannah : 72
29. Sri Ayu Novitriani : 88
30. Vita Febri Artanti : 96
31. Vivi Indriani : 80
32. Yunika Rahmah : 76
33. Khairunnisa : 68
34. Muhammad Iqbal fattrah : 76

Nilai UTS PKn Kelas XI IPA Cendekia

1.Anggun Taradipa : 92

2. Annisya Fitri : 72

3. Arief Rahman : 96

4. Dhea Karina Rusdi : 80

5. Iin Parlina : 92

6. Imam Fadli : 92

7. Indra Hidayatul : 88

8. Isti Soraya Darnella : 84

9. Khaidarsyah : 92

10. M Maynanda : 92

11. M Eka Karnain : 92

12. Randi Ichwanul : 96

13. Reny Nurhidayah : 96

14. Ridha Sukmayanti : 84

15. Rinanda Ismi : 88

16. Rio Novrianto : 92

17. Rizki Ramadhani : 88

18. Rusma Yanti : 92

19. Sandra Utama Putra : 92

20. Siti Nurul Falah : 92

21. Syarif Hidayat Siregar : 84

22. Widia Zalvi : 96

23. Windhy Anticha Iswan : 88

24. Yulia Sari Esa : 92

25.Yuni Wismawati : 96

Rabu, 05 Oktober 2011

XI IPA 2 Blog

Dian Uthari Yulanda : http://dianutariyulanda.blogspot.com/
Dwi Maulidya :
Dzakwan Asyhari :
Eri Yani : http://blooger-yanny.blogspot.com/
Eta Perhani : http://etaperhani.blogspot.com/
Fatihur Rahim : http://rahimfatir.blogspot.com/
Fitri Habibah : http://bhybhybfitri.blogspot.com/
Fitri Wulandari : http://fitri-sceppers.blogspot.com/
Friska Melya Yolanda : http://friska-melya.blogspot.com/
Hanny Dwi Putri :
Hasnawati : http://hasnawati-ce.blogspot.com/
Iqbal Darma : http://iqbal-darma.blogspot.com/
M Habil Efrizal : http://thebillysblog.blogspot.com/
Maisara : http://mai_sar4.blogspot.com
Mazidah : http://mazidahzizid.blogspot.com/
Messa Arhindri : http://messaarhindri.blogspot.com/
Mira Afriani : http://mafriani.blogspot.com/
Muhammad Kemal Arraby : http://muhammadkemalarraby.blogspot.com/
Muhammad Risfandanu :
Muhammad Solihin : http://mexchol.blogspot.com/
Muhammad Tri Dariyo : http://terselip-takiya.blogspot.com/
Nabila Annisa :
Nanda Aditya :
Rizka Mawadda : http://rzkamawadda.blogspot.com/
Rizki Ramadiyah :
Rizky Kurnia Zary : http://rizkyzary.blogspot.com/
Sanny Rinaldi : http://sannyrinaldi.blogspot.com/
Siti Nurjannah : http://titifivers.blogspot.com/
Sri Ayu Novitriani :
Vita Febri Artanti : http://vitafebriartanti.blogspot.com/
Vivi Indriani : http://vivi-sayangmama.blogspot.com/
Yunika Rahmah : http://yunikarahma.blogspot.com/
Khairunnisa : http://anisnisanst.blogspot.com/

XI IPA 1 Blog

Ade Selvia : http://adeselvia.blogspot.com/
Anastasya Sarah : http://anastasyasarah.blogspot.com/
Atika Nurfi : http://atikanurfi.blogspot.com/
Aulia Agustina : http://khairunnisaaulia.blogspot.com/
Dewi Astuti :
Dewi Purnama Sari : http://dewidewisari.blogspot.com/
Jodhi Aqila Rofik :
Khairini Syafrin : http://twunny.blogspot.com/
Khairunnisa Aulia Hestika : http://khairunnisaaulia.blogspot.com/
Lara Sinta : larasinta94.blogspot.com
M. Hafidz Hasan :
M. Maksum Sugondo : muhammadmaksum.blogspot.com
Nurul Atikah : syifacahaya.blogs
Rahmi Yulia : http://rahmiyuli98.blogspot.com/
Raidah Adilla Rizta : intanrizta.blogspot.com
Rama Dani Eka Putra : hikayat-cinta.blogspot.com
Rano Tri Winarso : rano-triwinarso.blogspot.com
Reza Pahlevi : http://tersembunyi-rahasia.blogspot.com/
Reza Hermita :
Rico Ardiansyah : yanganehanehdisini.blogspot.com
Rika Apdaroni : rikaapdaroni.blogspot.com
Riska Putri Widiastuti : riska-putri.blogspot.com
Sakinah Putri : http://kinaputri.blogspot.com/
Salahuddin Firmansyah : salahudinayubi-firmansyah.blogsspot.com
Suci Setya Ningrum :
Trie Suci Ramadhani : http://triesucyramadhani.blogspot.com/
Wahyu Wicaksono Deovia : wahyu-kodok.bogspot.com
Wardatul Akmam : http://wardatul-akmam.blogspot.com/
Yona Yuliandari : http://yonayuliandari.blogspot.com/
Yosara Sri Zalifa :yosarazalifa.blogspot.com
Yulia Rahmawati : sahablia.blogspot.com
Zara Anisya Fahmi : http://zaraajjah.blogspot.com/
Zikri Habibi : http://zikri-habibi.blogspot.com/
Muhammad Affan : http://mohaffan.blogspot.com/

Rabu, 28 September 2011

XI IPA Cendekia Blog


1. Anggun Taradipa : http://angguntaradipa-anggun.blogspot.com/

2. Annisya Fitri : http://nachinoyume.blogspot.com/

3. Arief Rahman : http://pkn-mania.blogspot.com/

4. Dhea Karina Rusdi : http://dheaak.blogspot.com/

5. Iin Parlina : http://i2nparlina.blogspot.com/

6. Imam Fadli : http://imamfadli.blogspot.com/

7. Indra Hidayatul : http://profesorindra.blogspot.com/

8. Isti Soraya Darnella : http://isthysoraiiadarnella.blogspot.com/

9. Khaidarsyah : http://pkn-holic.blogspot.com/

10. M Maynanda : http://isihatimaynanda.blogspot.com/

11. M Eka Karnain : http://pknjayabanget.blogspot.com/

12. Randi Ichwanul : http://abamrandi.blogspot.com/

13. Reny Nurhidayah : http://www.renyaja.blogspot.com/

14. Ridha Sukmayanti : http://ridha-pkn.blogspot.com/

15. Rinanda Ismi : http://rinanda-ismi.blogspot.com/

16. Rio Novrianto : http://ryo-novrianto.blogspot.com/

17. Rizki Ramadhani : http://rizkifebruari.blogspot.com/

18. Rusma Yanti : http://rusmayantii.blogspot.com/

19. Sandra Utama Putra : http://s.freze.blogspot.com/

20. Siti Nurul Falah : http://sitinurulfalahpramstar.blogspot.com/

21. Syarif Hidayat Siregar : http://syarif-milanisty.blogspot.com/

22. Widia Zalvi : http://twid-twid.blogspot.com/

23. Windhy Anticha Iswan : http://www.wiwitaniguchi.blogspot.com/

24. Yulia Sari Esa : http://lyaesa.blogspot.com/

YuYuni Wismawati : http://yuyun-comel.blogspot.com/

Rabu, 10 Agustus 2011

Budaya politik

Budaya politik merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan benegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, adat istiadat, dan norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya. Budaya politik juga dapat di artikan sebagai suatu sistem nilai bersama suatu masyarakat yang memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kolektif dan penentuan kebijakan publik untuk masyarakat seluruhnya.

Tipe-tipe Budaya politik

1. Budaya politik parokial
yaitu budaya politik yang tingkat partisipasi politiknya sangat rendah. Budaya politik suatu masyarakat dapat di katakan Parokial apabila frekwensi orientasi mereka terhadap empat dimensi penentu budaya politik mendekati nol atau tidak memiliki perhatian sama sekali terhadap keempat dimensi tersebut. Tipe budaya politik ini umumnya terdapat pada masyarakat suku Afrika atau masyarakat pedalaman di Indonesia. dalam masyarakat ini tidak ada peran politik yang bersifat khusus. Kepala suku, kepala kampung, kyai, atau dukun,yang biasanya merangkum semua peran yang ada, baik peran yang bersifat politis, ekonomis atau religius.

2. Budaya politik kaula (subjek)
yaitu budaya politik yang masyarakat yang bersangkutan sudah relatif maju baik sosial maupun ekonominya tetapi masih bersifat pasif. Budaya politik suatu masyarakat dapat dikatakan subyek jika terdapat frekwensi orientasi yang tinggi terhadap pengetahuan sistem politik secara umum dan objek output atau terdapat pemahaman mengenai penguatan kebijakan yang di buat oleh pemerintah. Namun frekwensi orientasi mengenai struktur dan peranan dalam pembuatan kebijakan yang dilakukan pemerintah tidak terlalu diperhatikan. Para subyek menyadari akan otoritas pemerintah dan secara efektif mereka di arahkan pada otoritas tersebut. Sikap masyarakat terhadap sistem politik yang ada ditunjukkan melalui rasa bangga atau malah rasa tidak suka. Intinya, dalam kebudayaan politik subyek, sudah ada pengetahuan yang memadai tentang sistem politik secara umum serta proses penguatan kebijakan yang di buat oleh pemerintah.

3. Budaya politik partisipan
yaitu budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik yang sangat tinggi. Masyarakat mampu memberikan opininya dan aktif dalam kegiatan politik. Dan juga merupakan suatu bentuk budaya politik yang anggota masyarakatnya sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai empat dimensi penentu budaya politik. Mereka memiliki pengetahuan yang memadai mengenai sistem politik secara umum, tentang peran pemerintah dalam membuat kebijakan beserta penguatan, dan berpartisipasi aktif dalam proses politik yang berlangsung. Masyarakat cenderung di arahkan pada peran pribadi yang aktif dalam semua dimensi di atas, meskipun perasaan dan evaluasi mereka terhadap peran tersebut bisa saja bersifat menerima atau menolak.

Budaya politik yang berkembang di indonesia

Gambaran sementara tentang budaya politik Indonesia, yang tentunya haruus di telaah dan di buktikan lebih lanjut, adalah pengamatan tentang variabel sebagai berikut :

Konfigurasi subkultur di Indonesia masih aneka ragam, walaupun tidak sekompleks yang dihadapi oleh India misalnya, yang menghadapi masalah perbedaan bahasa, agama, kelas, kasta yang semuanya relatif masih rawan/rentan.
Budaya politik Indonesia yang bersifat Parokial-kaula di satu pihak dan budaya politik partisipan di lain pihak, di satu segi masa masih ketinggalan dalam mempergunakan hak dan dalam memikul tanggung jawab politiknya yang mungkin di sebabkan oleh isolasi dari kebudayaan luar, pengaruh penjajahan, feodalisme, bapakisme, dan ikatan primordial.
Sikap ikatan primordial yang masih kuat berakar, yang di kenal melalui indikatornya berupa sentimen kedaerahan, kesukaan, keagamaan, perbedaan pendekatan terhadap keagamaan tertentu; purutanisme dan non puritanisme dan lain-lain.
kecendrungan budaya politik Indonesia yang masih mengukuhi sikap paternalisme dan sifat patrimonial; sebagai indikatornya dapat di sebutkan antara lain bapakisme, sikap asal bapak senang.
Dilema interaksi tentang introduksi modernisasi (dengan segala konsekuensinya) dengan pola-pola yang telah lama berakar sebagai tradisi dalam masyarakat.

Budaya Politik di Indonesia

Hirarki yang Tegar/Ketat

Masyarakat Jawa, dan sebagian besar masyarakat lain di Indonesia, pada dasarnya bersifat hirarkis. Stratifikasi sosial yang hirarkis ini tampak dari adanya pemilahan tegas antara penguasa (wong gedhe) dengan rakyat kebanyakan (wong cilik). Masing-masing terpisah melalui tatanan hirarkis yang sangat ketat. Alam pikiran dan tatacara sopan santun diekspresikan sedemikian rupa sesuai dengan asal-usul kelas masing-masing. Penguasa dapat menggunakan bahasa 'kasar' kepada rakyat kebanyakan. Sebaliknya, rakyat harus mengekspresikan diri kepada penguasa dalam bahasa 'halus'. Dalam kehidupan politik, pengaruh stratifikasi sosial semacam itu antara lain tercemin pada cara penguasa memandang diri dan rakyatnya.

Kecendrungan Patronage

Pola hubungan Patronage merupakan salah satu budaya politik yang menonjol di Indonesia.Pola hubungan ini bersifat individual. Dalam kehidupan politik, tumbuhnya budaya politik semacam ini tampak misalnya di kalangan pelaku politik. Mereka lebih memilih mencari dukungan dari atas daripada menggali dukungn dari basisnya.

Kecendrungan Neo-patrimoniaalistik

Salah satu kecendrungan dalam kehidupan politik di Indonesia adalah adanya kecendrungan munculnya budaya politik yang bersifat neo-patrimonisalistik; artinya meskipun memiliki atribut yang bersifat modern dan rasionalistik zeperti birokrasi, perilaku negara masih memperlihatkan tradisi dan budaya politik yang berkarakter patrimonial.

Ciri-ciri birokrasi modern:

Adanya suatu struktur hirarkis yang melibatkan pendelegasian wewenang dari atas ke bawah dalam organisasi
Adanya posisi-posisi atau jabatan-jabatan yang masing-masing mempunyai tugas dan tanggung jawab yang tegas
Adanya aturan-aturan, regulasi-regulasi, dan standar-standar formalyang mengatur bekerjanya organisasi dan tingkah laku anggotanya
Adanya personil yang secara teknis memenuhi syarat, yang dipekerjakan atas dasar karier, dengan promosi yang didasarkan pada kualifikasi dan penampilan.


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Senin, 20 Juni 2011

Pengertian PKn

BAB II, Pasal 3

Hakikat pendidikan kewarganegaraan adalah upaya sadar dan terencana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bagi warga negara dengan menumbuhkan jati diri dan moral bangsa sebagai landasan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam bela negara, demi kelangsungan kehidupan dan kejayaan bangsa dan negara.

Pasal 4

Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah mewujudkan warga negara sadar bela negara berlandaskan pemahaman politik kebangsaan, dan kepekaan mengembangkan jati diri dan moral bangsa dalam perikehidupan bangsa.



BAB III, Pasal 5

Penyelenggaraan pendidikan kewarganegaraan dilakukan secara nasional oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, Lembaga Masyarakat, dan Swasta.

Pasal 6

1. Pemerintah menetapkan kebijakan umum yang meliputi penyusunan standar isi, standar kompetensi, standar proses dan kewenangan penyelenggaraan pendidikan kewarganegaraan.
2. Kebijakan umum sebagaimana dimaksud ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Presiden.


Pasal 7

1. Standar isi pendidikan kewarganegaraan adalah pengembangan :
1. nilai-nilai cinta tanah air;
2. kesadaran berbangsa dan bernegara;
3. keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara;
4. nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia dan lingkungan hidup;
5. kerelaan berkorban untuk masyarakat, bangsa, dan negara, serta
6. kemampuan awal bela negara.
2. Pengembangan standar isi pendidikan kewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dijabarkan dalam rambu-rambu materi pendidikan kewarganegaraan.
3. Rambu-rambu materi pendidikan kewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi materi dan kegiatan bersifat fisik dan nonfisik.
4. Pengembangan rambu-rambu materi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Menteri sesuai lingkup penyelenggara pendidikan kewarganegaraan.